• 6

    Sep

    Menanti Senja

    Senja, untuk ke sekian kali, aku menunggu kehadiranmu. Di tempat yang sama dengan kesenyapan serupa. Namun, aku lupa. Entah berapa kali aku menunggumu di sini, sunyi seperti petapa. Menanti waktu habis seperti api membakar dupa. Entah mengapa, sesal itu berhamburan mendekap dadaku. Luka yang kutahan sejauh ini mulai menganga tanpa kuasa untuk membendungnya. Aku tak lagi utuh, segalanya telah runtuh. Separuh hatiku telah rapuh, separuh sisanya benar-benar telah lebur dalam luka yang telah menganga penuh. Kamu masih di sini? sebuah tanya membuyarkan lamunanku. Aku menoleh, melihat sumber suara. Tanpa kusadari, seorang wanita dengan umur sebaya denganku berada di belakangku. Dia tersenyum. Ada getir yang tersirat dalam bibir tipisnya. Menatapnya, aku seperti menguliti diri. Rambut sebahu di
  • 3

    Sep

    Terbelenggu

    Sepuluh hari. Aku terlunta dalam ruang pengap ini. Entah, berapa ukuran pastinya. Mungkin, 6 x 8 meter atau bahkan kurang. Atau mungkin lebih dari yang kuperkirakan. Namun, ruangan ini membuatku makin menimbun sesal. Sesal yang bercucuran di malam-malam menjelang. Aroma berwarna entah akan kucium di setiap malam. Bau pesing, keringat, koreng bahkan anyir darah akan berlomba-lomba menyesaki indera penciumanku. Ruangan ini yang entah aku tak tahu ukuran pastinya disesaki sekitar 30-an orang, mungkin lebih termasuk aku. Jam berapa ini? Aku bertanya pada Abdul teman sebelahku. Samar wajahnya menoleh ke arahku. Aku tidak tahu. Bukankah kita sama-sama tidak tahu. Bukankah di tempat ini, rasa kita telah mati. Kamu baru beberapa hari di sini. Aku? Berbulan-bulan. Aku sudah tak tahu mana pagi, man
  • 21

    Aug

    Raja

    Ini tak seperti pagi pada umumnya. Rasa malas Raja tak berkesudahan. Subuh telah berlalu dan ia masih tak beranjak dari tempat tidur. Jika waktu dapat diputar dan ia memiliki kuasa, barangkali ia akan menenggelamkan matahari agar hari-hari hanya malam. Agar baginya tak ada kegiatan manusia. Tak ada sekolah. Jam di dinding seakan memperkeruh suasana. Jarum panjang dan pendek yang hampir tepat menuju angka enam membuat degub jantung Raja berirama tak karuan. Ia ambil bantal dan menutup telinga juga mata. Kalau saja ia mampu meraih jam di dinding, mungkin ia akan membanting atau melepas baterainya. Cahaya mentari menyusup masuk melalui rongga fentilasi. Pintu kamar diketuk berkali-kali, lalu terbuka perlahan. Seorang wanita, bunda Raja. “Raja. Ayo bangun!” Wanita itu meraih banta
  • 12

    Dec

    Super Wifi Memang Super Sekali!

    Salah satu keasikanku dalam memanjakan diri adalah menonton film-film berkualitas. Biasanya aku menonton film usai mengajar di sekolah. Aku lebih memilih film buatan anak negeri. Berhubung aku sudah membaca buku Tere Liye, aku memutuskan menonton Bidadari-bidadari Surga yang diadaptasi dari novel Tere Liye tersebut. Tiket sudah terbeli, setengah jam lagi pertunjukan film akan dimulai. Aku menunggu sambil mengambil telepon genggam di saku celana. Belum sempat membuka layar, panggilan masuk dari salah satu admin di sekolah tempatku mengajar. Assalamualiku, Pak Erfan! Waalikumussalam, Bu. Ada apa? jawabku Data SDMmu dari Diknas kok belum aku terima ya? Bisa emailin sekarang nggak? Mau dikumpulin nih ke Diknasnya, ujarnya Sorry, aku lupa! Kemarin sudah coba aku kirimin tapi wifi sekolah berm
  • 1

    Jul

    Kisah Akhir Negeri Walnut

    Ha..ha… Sebelum kalian membaca tulisan lanjutan ini, saya tertawa dulu. Bagaimana tidak sudah 3 bulan cerita ketiga dari Negeri Walnut ini terbengkalai. Jika ditanya kenapa lama? Pasti dengan sangat klise saya akan menjawab sibuk konser dan syuting. Tapi sebagai penguasa cerita saya perlu menuntaskannya sebagai bentuk tanggung jawab saya. Cerita ini adalah lanjutan kisah dari cerita yang telah dilontarkan oleh @ontohod dan @1bichara. Silahkan menyimak, semoga berkenan….. ~Akhir Kisah Negeri Walnut oleh Erfano~ Negeri Walnut terbakar. Lihat orang-orang yang terbuat dari kertas ini berlari, Deil yang menganggapaku sebagai sahabat karibnya pun turut. Aku menyaksikan ini seperti melihat pementasan, tepatnya akhir pementasan yang sudah lama aku tunggu-tunggu. Api ini berasal dariku
- Next

Author

Follow Me