• 13

    Sep

    Jenuh yang Mengkudeta

    Seminggu ini aku lalui hari-hari seperti biasa. Jenuh mengkudeta tak dapat terelakkan (bahasa Vickiisme). Barangkali tak adanya me time membuat aku agak sedikit uring-uringan. Atau juga keadaan yang berulang membuat bosan makin berlipat. Mungkin juga, target pekerjaan yang harus kuselesaikan kurang tepat pada harapan dan keinginan. Bisa jadi jenuh datang karena kejenuhan harus ada, menjadi sebuah penyeimbang kehidupan. Jenuh adalah hal wajar, melakukan hal-hal di kala me time dengan tujuan mengusir kejenuhan nyatanya tak berdampak. Padahal biasanya kegiatan-kegiatan itu adalah sesuatu yang sangat disukai dan hasilnya semangat kembali tumbuh dan utuh. Mungkin sih, kegiatanku saat me time itu-itu saja, padahal kan sederet kegiatan bisa dicoba. Aku merenung, mencari sebab kejenuhan yang munc
  • 10

    Sep

    Vicky dan Bahasa Intelek

    Dulu, saya punya saudara di kampung. Saban ngobrol sama dia, dia selalu menyelipkan kosakata-kosakata ajaib yang berkesan intelektual. Saya bukannya respect jika mendengar dia bicara, namun apabila keluar kosakata ajaib itu saya tergelak menahan tawa. Masalahnya apa yang dia katakan dengan pengetahuan yang dimiliki berbanding terbalik. Alih-alih ingin terlihat cerdas ini malah terlihat bodoh, sangat bodoh malah. Lain lagi dengan dosen saya. Beliau cerdas karena lulusan salah satu perguruan tinggi di luar negeri. Tidak hanya S1, S2 dan S3 pun ditamatkan di universitas di luar Indonesia. Sebagai mahasiswa yang diajarkan, kita jelas bangga mendapatkan dosen yang berkualitas. Namun saat beliau mengajar ternyata sebagian besar dari kami tidak terlalu memahami apa yang beliau ajarkan. Bahkan be
  • 9

    Sep

    Me Time, Perlukah?

    Terlalu memorsir tubuh saat bekerja kadang membuat kita jenuh. Apalagi kalau dikejar deadline, wuih rasanya dikejar-kejar paparazi (berasa artis). Meski selesai deadline rasanya plong banget. Tapi eits, namanya cari duit ya, pekerjaan satu rampung pekerjaan lain sudah menunggu untuk dikerjakan. Nonstop jadinya Nah, di sela-sela menumpuknya pekerjaan kadang kita memerlukan waktu untuk sendiri. Perlu charger energi agar on lagi saat melakukan pekerjaan. Kejenuhan yang menumpuk karena porsir pekerjaan seringnya kita usir saat weekend. Tapi kalau pekerjaan yang bejibun dengan kejenuhan yang mengembun di hari yang jauh dari weekend semisalnya hari Selasa, ya berkarat juga tentunya jika menunggu weekend tiba. Maka perlu waktu untuk sendiri, kita perlu Me Time Me Time itu adalah memiliki waktu u
  • 5

    Sep

    Karena Bahagia Itu Sederhana

    Pernah melihat seseorang yang memiliki profesi sederhana namun sangat menikmati apa yang ia kerjakan? Pernah juga melihat seseorang yang terlihat tertekan saat melakukan suatu pekerjaan? Pernah melihat juga sebuah keluarga sederhana namun terpancar bahagia pada masing-masing anggotanya? Atau pernah melihat sebuah keluarga mewah namun sedikit kebahagiaan yang tersirat? Hal-hal tersebut selalu hadir dalam kehidupan kita. Masing-masing memiliki pilihan dalam memutuskan untuk bahagia atau tidak. Kadang, pekerjaan dengan tekanan berat kompensasinya bayaran yang tinggi (meski tak selamanya demikian), ada juga pekerjaan yang ringan namun kompensasinya bayaran yang tak terlalu tinggi (walau tak selamanya begitu). Saat menjalani pun kehadiran hati sangat menentukan titik kebahagiaan, titik kenikma
  • 4

    Sep

    Hujan dan Ojeg Payung

    Sudah dua minggu lamanya, Bogor yang dikenal khalayak sebagai kota hujan, tak dapat berkutik pada kekuatan alam yang memberi sinyal bahwa musim kemarau telah dimulai. Tapi, sekalipun musim kemarau, seminggu sekali Bogor pasti hujan, ucap salah satu warga. Bogor sudah nggak seperti dulu, panas dan jarang hujan, ujar warga yang lain. Aku yang sudah sebelas tahun tinggal di Bogor merasakan hal demikian, namun aku mengerti alam tak akan ingkar janji Alam bicara sesuai dengan perlakukan manusia terhadapnya. Begitu pula yang terjadi di Bogor. Sudah dua minggu dan tepat kemarin sore, hitam pekat di langit memayungi Kota Bogor. Jika beberapa kali mendung namun tak jadi hujan. Kali ini, aku yakin hujan akan datang menyapa tanah yang mulai berdebu, menyapa pepohonan yang sudah merangas dan layu. H
- Next

Author

Follow Me