• 24

    Apr

    Senja...

    Senja Senja. Aku menemuimu tergesa-gesa Sungkan kucoba tatap matamu Ada luka ada duka ada kalut Tak kau sendiri semesta pun turut Berairmata. Senja. Barangkali ini terlalu terburu-buru Tak ada prasangka pun tak ada yang menyangka Jika sang matahari berlalu Meninggalkan hening dan selaksa rasa Senja.. Mereka meragukan dayamu Mereka menganggap kau tak dapat tegap berdiri setelah matahari berlalu Kutatap matamu Dulu Saat kau tak sesenja ini kau adalah api yang menyala-nyala di hati kami Kau yang tak hanya mendidik kami Kau juga mencari energi yang menghidupi raga kami Bahkan saat matahari terbenam sesaat Kau mengantikannya tanpa penat Senja. Bagiku, perjuanganmu dalam menerjang hidup tak kalah Tak kalah dari Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika Kau mampu. Melebihi yang
  • 24

    Jan

    Ayah...

    Jam 2! Dini hari itu aku gelisah Tiba-tiba… Aku terbangun tanpa daya… Telepon bersuara, sebersit kabar nan jauh di sana tersiar…. Bercampur isak, kepanikan, dan gundah! Ini khayal, ini khayal…ini hanya mimpi sesat, umpatku! Kugigit bibir, kucubit tangan… ini bukan khayal. Ini nyata! Ayahku tiada! Aku lesu, aku makin tak berdaya… Lalu ku susun kekuatan demi kekuatan untuk menyaksikan wajah terakhirnya! Isakku hilang, lesuku lenyap… Kulihat senyum ini terukir di wajah terakhirnya! Ayah…. Selamat tinggal… Terimakasih telah memberikan banyak pembelajaran hidup untukku! :)
  • 29

    Oct

    Suatu Waktu!

    Suatu waktu… Aku mencari dirimu di batas rindu Namun aku malu Ternyata rindu itu telah berpadu Pada sebuah benci yang aku tak pernah tahu mengintaiku sejak dulu Maka… hari ini aku memohon maaf padamu! Atas semua rindu yang tak pernah sampai.. Hingga suatu waktu yang lain…
  • 20

    Aug

    Perkataan Ibu!

    Kau pernah bilang begini ibu… “Ketika kau susah ingatlah kau pernah senang…” “Ketika kau senang ingatlah kau pernah susah…” Aku menyimpan kalimat itu dalam-dalam di sanubariku! Menutupnya rapat semenjak aku masih usia sekolah dasar Ibu… Umurku makin bertambah, tak lagi kanak-kanak! Aku mencoba mandiri dan menjadi bijak! Susah senang aku jalani Tapi ibu… perkataanmu bagai cambuk! Aku paham kini! karena… Ketika aku bahagia aku tak merayakannya dengan pesta pora Sebab hidup ini tak berakhir begitu saja! Pun ketika duka menerjang Aku tak ikut larut sehingga jauh di bawah ambang Ibu… Aku akan ingat perkataanmu Tak hanya sekarang namun nanti ketika anak-anakku lahir! Aku akan mengatakan hal yang sama Tentang pe
  • 13

    Aug

    Karena Aku Yakin

    Hingga… Saat doa-doa itu mulai diijabah Aku hanya terdiam, takjub Ini Ramadhan… Dan aku yakin ketakjubanku akan makin bertambah Maka… Kutambah doaku berlipat-lipat… Karena aku yakin!
- Next

Author

Follow Me