• 31

    Aug

    Penerobos-penerobos dalam Tulisan Kita

    Seorang presenter wanita Indonesia sengaja tidak menaruh televisi di rumahnya. Alasannya dia takut anak hasil adopsinya terpengaruhi oleh nilai-nilai negatif yang diturunkan oleh televisi. Meskipun (masih kata dia) ada sekitar 20% acara televisi yang memiliki nilai-nilai positif. Namun karena lebih banyak mudharatnya akhirnya ia memutuskan untuk menihilkan kotak ajaib itu dari rumahnya. Bagaimana dengan kamu? Televisi sang kotak ajaib yang dapat memberikan banyak hal kepada kita. Selain hiburan televisi juga memberikan pengetahuan/wawasan, informasi terkini, sampai hal-hal yang berbau sia-sia. Lalu haruskah kamu membuang televisi itu dari rumah kita? Dahulu ketika saya masih tinggal bersama orang tua, saya bebas menonton televisi. Pulang sekolah, setelah mandi sore, hingga malam menje
  • 6

    Jan

    E untuk Erfano

    Akhir tahun lalu saya menonton film Hafalan Surat Delisa, salah satu adegan Sofie relawan dari luar negeri memberikan kalung berinisial namanya S. Lalu dengan senyum hangat Delisa berkata, “S untuk Sofie”. Jadi kalung ini milik Kak Sofie. Nah, di film itu tersiratlah makna senyum sesungguhnya, senyum di saat musibah terjadi! Delisa yang merupakan korban tsunami masih memberikan senyum dan menyebarkan semangat senyumnya di lingkungan sekitar. Sama seperti saya, sebagai guru saya ingin menyebarkan semangat, senyum di sekeliling saya karena E untuk erfano (gak nyambung)! E untuk Erfano Senyum —> Pelepas duka dan penyebar semangat di sekitar
  • 6

    Sep

    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Kawan!

    Ada tirai duka kala Ramadhan pergi :( Ada tirai suka kala Idul Fitri kembali :) Adaklah tirai terbuka kala sebuah maaf terucap? :P Setelah satu bahkan lebih interaksi yang terjadi :D Antara kita Wahai kawan.. Taqoballahu Minna Waminkum Taqoballahu Ya Kariim :D Selamat Hari Raya Idul Fitri :) Mohon Maaf Lahir dan Batin Salam, Seru Jadi Guru :)
  • 6

    Aug

    ^ Ini Jalan Cinta Itu ^

    Aku ada masalah, suaraku terdengar serak. Engkau tersenyum lalu membiarkanku bercerita! Duluaku yakin dengan jalan ini. Dan kini itu sudah terbukti! lanjutku perlahan Engkau hanya tersenyum Namun aku tak bahagia, ujarku. Aku khawatir ini semu. Meski aku tahu jalan ini yang terbaik bagiku. Dulu, saat aku memutuskan ini! Engkau menguatkanku jika ini memang jalanku! Lalu aku mantap bahkan sempat mengepakkan sayap. Engkau mengangguk. Masih tersenyum. Namun entah, aku senang menjalani. Lalu berangsur-angsur mulai bahagia. Aku bahkan bersemangat karenanya. Engkau mengangguk lagi. Namun, entah kenapa aku jadi seperti ini. Hilang kendali. Semua yang sepertinya kuharapkan telah terjadi. Namun aku mulai goyah di jalan ini. Aku jenuh. Engkau menatap langit. Semua yang kulakukan seperti rutinita
  • 6

    Jan

    Buku Negeri 5 Menara; Man Jadda Wa Jada!

    Sepanjang tahun 2000an kita dihebohkan dengan novel best seller yang tak tanggung-tanggung best sellernya, sampe bikin teler deh hihihi. Dimulai dari Ayat-ayat Cintanya Kang Abik yang terjual ratusan ribu kopi, dilanjutkan dengan Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2. Disusul tetralogi inspiratif Laskar Pelangi, yang melahirkan Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Semuanya best seller! Yang membahagiakan versi visual dalam bentuk film sudah dapat dilihat di bioskop-bioskop maupun VCD/DVD. Sama seperti novel, filmnya pun masuk jajaran box ofiice di Indonesia. Pertengahan tahun 2009, menyusul Kang Abik dan Andrea Hirata, A. Fuadi menggebrak dengan novel perdananya Negeri 5 Menara. Novel dengan tebal 420 halaman ini mendeskripsikan sebuah perjuangan hidup anak-anak muda da
- Next

Author

Follow Me