• 15

    Sep

    Setelah Tantangan ini Selesai?

    Sebenarnya tidak terlalu istimewa bagi saya dapat terus-terusan ngeblog selama satu bulan tanpa henti. Sebab di awal berdirinya blog Seru Jadi Guru ini, tiga bulan pertama saya mampu ngeblog tanpa putus setiap harinya. Bahkan pernah tembus rekor, dalam sehari saya pernah posting 6 tulisan dari pagi hingga menjelang malam. Tapi setelah itu, seiring dengan kesibukan yang makin menjadi-jadi (ini hanya alasan karena bukan kesibukan yang makin menggila tapi rasa malas yang makin meraja). Akhirnya, postingan di blog saya ini tidak setiap hari, seminggu biasanya tiga hingga empat tulisan yang masuk. Makin ke sini, intensitas postingan makin menurun jadi seminggu sekali, makin ke sini lagi makin berkurang. Hingga pernah berbulan-bulan tidak ada tulisan baru. Bukannya tak sempat, namun rasa malas
  • 12

    Sep

    Mencari Bakat dan Minat Anak

    Seorang teman yang juga blogger hebat, Teh Ani Berta menulis sebuah pertanyaan terkait dengan pengembangan minat dan bakat anak. Pertanyaan yang dilontarkan di facebook itu ternyata berhadiah. Namun, bukan itu yang akhirnya membuat saya ikut berkomentar. Pertanyaan mengenai bakat dan minat anaklah yang menarik perhatian saya. Menelisik bakat anak tidaklah mudah. Ada anak yang sudah terlihat bakatnya sejak masa kanak-kanak, namun ada juga yang bakatnya belum terlihat sama sekali hingga usianya sudah belasan tahun. Sebagai guru, saya, sekolah dan orang tua selalu berkomunikasi terkait perkembangan sang anak. Ada beberapa yang kerap saya lakukan agar minat, bakat sang anak dapat muncul. ~Biarkan anak berekspresi Kadang, kita tak mau repot melihat anak kita melakukan sesuatu. Atau, kadang se
  • 8

    Sep

    Hari Aksara Internasional: Tingkatkan Budaya Literasi Yuuk!

    Hari ini 8 Sepetember adalah hari aksara international. Sebagai guru, sudah pastinya saya mengajarkan aksara kepada anak-anak. Apalagi saat menjadi guru kelas satu SD, memperkenalkan aksara kepada anak-anak dilakukan dengan serius tanpa menanggalkan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu yang difokuskan dalam hari Aksara selain pemberantasan buta huruf adalah budaya literasi. Untuk Indonesia, dari kajian yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang bertajuk What Students Know and Can Do: Student Performance in Reading, Mathematics, and Science, Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2009, Indonesia menempati posisi 57 dari 65 negara yang dikaji mengenai budaya literasi di kalangan siswa/anak (sumber: suaramerdeka (do
  • 20

    Aug

    Bertanam Organik Yuuk!

    Sudah dari dulu, nenek moyang kita telah melakukan pola hidup sehat. Rata-rata makanan yang dimasak adalah makanan yang dikukus atau dipanggang. Selain itu, makanan tersedia di alam, baik yang ditanam di halaman rumah dan kebun atau sawah. Rata-rata tanaman yang dibudidayakan secara organik. Tanaman Organik? Kadang kita terlalu rumit dalam mengartikan makna organik. Padahal pengertian tanaman organik itu sederhana. Tanaman dikatakan organik tatkala budidaya (dimulai dari awal menanam hingga panen) tak bersentuhan dengan zat kimia buatan seperti pupuk dan pestisida. Jadi, tanaman organik itu tidak perlu dipupuk dengan pupuk buatan seperti Urea, TSP dan KCl namun lebih memilih pupuk yang berasal dari kotoran hewan (pupuk kandang). Tanaman organik juga tidak perlu disemprot dengan pestisida
  • 19

    Aug

    Belajar Seru Dengan Permainan

    Dari jaman nenek moyang kita dulu, permainan sudah menjadi salah satu kegiatan yang acapkali dilakukan. Permainan dapat menimbulkan energi positif yang berujung pada rasa senang. Sehingga, tidak mengherankan apabila anak-anak menjadikan permainan sebagai kegiatan yang ditunggu-tunggu. Permainan tradisional yang sudah ada turun-temurun memiliki filosopi yang tanpa disadari mengandung pembelajaran hidup penuh arti untuk anak-anak. Pembelajaran logika dan tentu saja pembangunan karakter terselip di antara permainan-permainan tersebut. Pendidikan di Indonesia yang terlalu kaku membuat pendidik lupa untuk menyelipkan permainan sebagai salah satu metode pembelajaran. Sistem pendidikan yang bermuara pada akademis akhirnya menjadi boomerang bagi pendidik, dan berakibat kurangnya nilai hidup p
- Next

Author

Follow Me