Senja…

Senja
Senja.
Aku menemuimu tergesa-gesa
Sungkan kucoba tatap matamu
Ada luka ada duka ada kalut
Tak kau sendiri semesta pun turut
Berairmata.
Senja.
Barangkali ini terlalu terburu-buru
Tak ada prasangka pun tak ada yang menyangka
Jika sang matahari berlalu
Meninggalkan hening dan selaksa rasa
Senja..
Mereka meragukan dayamu
Mereka menganggap kau tak dapat tegap berdiri setelah matahari berlalu
Kutatap matamu
Dulu
Saat kau tak sesenja ini kau adalah api yang menyala-nyala di hati kami
Kau yang tak hanya mendidik kami
Kau juga mencari energi yang menghidupi raga kami
Bahkan saat matahari terbenam sesaat
Kau mengantikannya tanpa penat
Senja.
Bagiku, perjuanganmu dalam menerjang hidup tak kalah
Tak kalah dari Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika
Kau mampu.
Melebihi yang mereka tahu
Senja
Ketika matahari itu benar-benar tak nampak lagi
Tunjukkan semangat itu seperti semula
Tunjukkan kuatmu seperti baja
Tunjukkan, bahwa kau bukan senja lemah yang mereka pikirkan
Kau senja yang telah bermetamorphosis menjadi matahari.
*Untuk ibuku. Menjelang 100 hari wafatnya ayah! Bagiku kau tak sekedar Kartini namun senja dengan matahari yang menyala di hati kami J



terharuuu bacanya
Seorang ibu (istri) yang di tinggalkan suaminya memang lebih kuat dan mampu menghadapi cobaan hidup.
Ibuku.. 25 tahun tanpa ayahku..
Makasih pak erfan udah bikin puisi yg seindah ini untuk seorang ibumu.
Iya, iseng kita tanya ke ibuku… “nggak nikah lagi?” Ibuku langsung marah-marah “Ngomong apa sih kalian?” begitu jawabnya…..
Semasa ayahku hidup ibu juga jadi tulang punggung keluargaku….
wah keren pak puisi nya, senja yang menerangi hati, salam buat ibu nya yaa pak
Hikss..sedih banget
ga bisa berkata-kata..
salam buat ibunya
Thanks yaa….puisi untuk ibu sedih tapi mencoba memotivasi
thanks teh….Hari sabtu Minggu besok kita ketemuan yuuk…ada acara Festival TIK loh…
Ibu yang selalu menerangkan hati putra-putrinya.. meski senja tak secerah mentari pagi tapi kecantikan senja membuat putra-putrinya terpesona
Bang Erfano ikutan kontesku juga dong.. ya ya ya
semangattt, fanoooo
bener sekali mbak…
siip tungguin aja artikel lombaku untuk blogmu….
thanks Depz….
hemmh,,hikss,,sedihhh,,,,sabar ya buat ibunya dan keluarga lain yang ditinggalkan,,,