PLN, Teruslah Bersih dan Berinovasi

27 Oct 2013

Semenjak memiliki rumah, listrik adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan saya (sebenarnya saat ngekos pun listrik begitu penting). Bayangkan mulai dari peralatan elektronik hingga ketersediaan air ditentukan oleh listrik.

Berbeda dengan rumah orang tua di kampung halaman, listrik yang terpasang di rumah saya adalah listrik prabayar. Walhasil, saya harus mampu mengelola penggunaan listrik dan kudu rajin menengok kwh yang tersisa.

Permasalahan listrik prabayar ternyata tak hanya soal mengelola penggunaan listrik. Namun ada beberapa peristiwa yang saya temui yakni munculnya tulisan PERIKSA di layar kwh. Apabila sudah tertera kata PERIKSA, saya jadi tidak tahu berapa sisa kwh. Yang lebih mengkhawatirkan, saya tidak dapat melakukan isi ulang jika kwh habis. Otomatis listrik bisa padam sewaktu-waktu.

Saya menghubungi pihak PLN untuk menanyakan perihal ini. Saya pikir urusannya akan ribet dan merepotkan. Ternyata dugaan saya meleset, pihak PLN yang saya telepon menanyakan nomor token listrik dan memberi saya kode 20 angka. Saya coba masukkan kode tersebut dan tulisan PERIKSA di layar kwh berganti menjadi angka sisa kwh. Saya lega dan berterimakasih pada pihak PLN.

Akan tetapi kelegaan saya tak seterusnya bertahan, karena empat bulan dari kejadian pertama, tulisan PERIKSA itu kembali muncul di layar kwh. Jika saya tanya ke tetangga ada beberapa hal yang menyebabkan tulisan PERIKSA kembali muncul yakni sambaran petir dan benturan keras pada dinding. Kemungkinan pertama yang pikir menyebabkan tulisan PERIKSA itu muncul karena rumah saya berlokasi di Bogor yang memiliki intensitas hujan dan petir yang tinggi.

Saya kembali menghubungi pihak PLN, saya pikir akan diberikan kode 20 angka seperti kasus sebelumnya. Ternyata dugaan saya salah, pihak PLN akan mendatangi rumah untuk melakukan perbaikan instalasi. Beberapa hari setelah menelepon, petugas PLN datang dan menghentikan sementara jalannya kwh (listrik tetap menyala). Menurutnya token saya akan diganti dengan yang baru oleh petugas berikutnya. Saya bertanya, mengapa konsumen tidak diberi kode 20 angka seperti yang sudah-sudah. Petugas tersebut menjelaskan jika sistem di pusat sedang bermasalah, selain itu ada indikasi kecurangan oleh konsumen.

Saya menunggu petugas PLN berikutnya dengan hati was-was, jika ada pergantian token berarti saya harus membayar lagi dan petugas yang melakukan pergantian harus diberi amplop tanda jasanya. Keluar biaya lagi, dugaan saya saat itu.

Saat berbincang dengan tetangga, saya utarakan permasalahan listrik yang saya alami. Tetangga tersebut pun memiliki pengalaman yang sama.

“Tenang saja, pak. Nanti petugas PLN datang kok,” ucapnya menenangkan.

“Iya sih, petugas yang kemarin juga bilang begitu. Tapi bayar nggak ya, pak? Atau kita ngasih amplop untuk yang masang?” tanyaku lagi.

“Kemarin pas petugas PLN masang, saya kasih amplop. Terus mereka menolaknya. Mereka bilang pemasangan semua gratis dan petugas PLN dilarang menerima uang karena itu sudah menjadi wujud pelayanan PLN,” jelas tetanggaku. Aku mengangguk meski masih harap-harap cemas.

Selang beberapa hari saya ditelepon pihak PLN, mereka akan mendatangi rumah untuk melakukan pergantian token. Pada petugas sebelumnya saya diminta untuk mencantumkan nomor telepon dan menerima surat persetujuan penggantian token.

Petugas PLN benar-benar datang, mereka mengganti token lama saya dengan token yang baru. Token yang baru sepertinya sesuai dengan standar dibandingkan token yang lama yang disediakan oleh kontraktor rumah. Saya menyediakan minuman teh sebagai bentuk penghargaan dan bukan bentuk penyuapan.

Usai memasang, petugas PLN memberikan kartu token yang baru dan menjelaskan kembali hal-hal yang harus saya lakukan jika listrik mengalami kendala. Setelah menghabiskan teh yang saya suguhkan, petugas PLN itu kembali karena masih banyak konsumen yang harus didatangi. Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Pergantian token tersebut pun bebas biaya sepeser pun. Salut saya!

Dengan digantinya token yang baru hingga kini saya tak mengalami kendala terkait dengan PLN prabayar. Jika ada masalah pemadaman listrik, twitter PLN pun siap sedia menampung segala permasalahan.

Sebagai perusahaan milik negara, saya rasa PLN telah banyak berbenah dan melakukan inovasi baru (salah satunya dengan listrik prabayar). Selain itu apabila terjadi kerusakan pada instalasi listrik, petugas PLN seperti tak kenal lelah untuk memperbaikinya. Pernah dalam sehari, saya melihat empat hingga lima mobil PLN yang berbeda mondar-mandir masuk ke perumahan-perumahan. Semua itu dilakukan sebagai bentuk komitmen PLN terhadap konsumennya.

Di usia PLN yang ke-68, sudah semestinya PLN menjadi andalan masyarakat Indonesia. PLN bersih yang diusung pun rupanya tak sekedar slogan penghias namun benar-benar diaplikasikan sehingga konsumen merasa nyaman dan tak diberatkan.Sebagai konsumen pun, kita perlu banyak mencari informasi baik dari internet maupun dari sekitar (pengalaman-pengalaman tetangga atau rekan kerja).

Sebagai perusahaan milik negara, PLN perlu terus melakukan peningkatan pembersihan terhadap kegiatan KKN. Selain itu, kami berharap pihak PLN terus melakukan inovasi-inovasi agar listrik tak hanya dinikmati oleh kami di lingkungan perkotaan namun juga dapat dinikmati di seluruh penjuru tanah air.

PLN bersih menjadikan kami nyaman dan tak risih. Kami dukung selalu lewat blog tentunya. Bravo, PLN!


TAGS #PLNBersih


-

Author

Follow Me