Mencari Bakat dan Minat Anak

12 Sep 2013

Seorang teman yang juga blogger hebat, Teh Ani Berta menulis sebuah pertanyaan terkait dengan pengembangan minat dan bakat anak. Pertanyaan yang dilontarkan di facebook itu ternyata berhadiah. Namun, bukan itu yang akhirnya membuat saya ikut berkomentar. Pertanyaan mengenai bakat dan minat anaklah yang menarik perhatian saya.
Menelisik bakat anak tidaklah mudah. Ada anak yang sudah terlihat bakatnya sejak masa kanak-kanak, namun ada juga yang bakatnya belum terlihat sama sekali hingga usianya sudah belasan tahun.
Sebagai guru, saya, sekolah dan orang tua selalu berkomunikasi terkait perkembangan sang anak. Ada beberapa yang kerap saya lakukan agar minat, bakat sang anak dapat muncul.
~Biarkan anak berekspresi
Kadang, kita tak mau repot melihat anak kita melakukan sesuatu. Atau, kadang sesuatu yang anak lakukan tidak sesuai dengan pemikiran kita, sehingga dengan mudahnya kita mengatakan tidak atau jangan agar sang anak tidak melakukan sesuatu tersebut. Padahal, ketika anak melakukan hal tertentu bisa jadi ia sedang mengeksplor sesuatu. Ini disebabkan rasa ingin tahu anak-anak tinggi sekali. Rasa ingin tahu yang tinggi itulah yang seharusnya kita wadahi dengan penjelasan-penjelasan yang sesuai. Tapi, kebanyakan kita tidak mau ribet.
Jika sang anak mengeksplore sesuatu yang beresiko, berilah penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jangan gunakan bahasa Vikiisme (ha..ha..).
~Berkomunikasi
Berkomunikasi adalah hal yang sangat penting dalam mencari bakat dan minat sang anak. Ketika minat anak terlihat ajaklah anak berkomunikasi. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang muidah dipahami namun kritis dan tidak menyelidik. Karena bisa jadi minat yang sedang digandrungi sang anak adalah minat sesaat yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya karena ikut-ikutan teman.
~Beri Contoh
Anak adalah pencontek hebat. Bakat tidak muncul begitu saja, bakat biasanya ada karena kebiasaan yang terbentuk secara alami (tanpa disadari). Sebagai orang tua, sudah sebaiknya kita memberikan contoh kebiasaan-kebiasaan positif, karena sang anak akan meniru dengan mudah.
Apabila kita menunjukkan kegiatan positif seperti menulis, membaca, berkebun, memasak makanan sehat, bersosialisasi dengan orang lain. Anak-anak akan meniru sehingga tiruan itu menjadi sebuah kebiasaan dan kebiasaan itu menjadi sebuah minat dan bakat yang muncul secara alami.
~Ajak Anak Menemui Hal Baru
Apabila sudah jungkir balik namun minat dan bakat anak belum terlihat. Ajaklah anak melakukan kegiatan-kegiatan yang jarang dilakukan. Bisa jadi, sang anak tertarik dan menemukan minatnya. Kegiatan outbond/olahraga, mengunjungi pertanian organik dapat dijadikan alternatif. Berkunjung ke toko buku juga dapat dijadikan pilihan. Biarkan anak-anak mencari buku yang ia sukai.

Apabila minat dan bakat sudah benar-benar nampak jelas, kita bisa lebih mengarahkan untuk diseriusi. Mencari kursus yang sesuai dapat dilakukan. Namun yang perlu digarisbawahi, carilah kursus yang tidak membebani. Kursus-kursus dengan lingkungan yang kondusif dan menyenangkan dapat jadi pilihan.
Jika bakat sang anak belum ditemukan juga, bersabarlah. Terus berikan yang terbaik dan selalu berkomunikasi.


TAGS 30 Hari Nonstop Ngeblog


-

Author

Follow Me