Mengenal Cing Benteng dan Galasin

11 Sep 2013

Ada dua permainan tradisional yang bisa kita buat untuk mengisi weekend nanti. Cing Benteng dan Galasin, yuuk disimak…

Cing Benteng/Benteng

Bagi kita, barangkali tak asing mendengar permainan ini. Di daerah Sunda, permainan ini kerap disebut Cing Benteng, sedangkan di daerah Jawa orang akrab menyebutnya Benteng/Bentengan.

Permainan ini dapat dilakukan oleh lelaki maupun perempuan atau bercampur keduanya. Di dalam kelas, kita dapat membuat kompetisi permainan ini. Bagaimana cara bermain Cing Benteng?

Pertama, buatlah dua kelompok besar yang terdiri dari delapan hingga 10 orang (sebenarnya lebih juga tidak apa-apa). Masing-masing kelompok memiliki benteng sendiri. Benteng dapat berupa pohon, tembok atau susunan batu. Permainan ini memerlukan strategi dan kekompakan team, ada pemain yang bertugas menyerang lawan, ada juga pemain yang bertugas untuk menjaga lawan.

Pemain yang menyerang akan kalah nyawanya jika diserang pemain lawan yang memiliki nyawa baru. Nyawa baru diperoleh ketika memegang benteng. Ketika satu pemain tertangkap maka ia akan dipenjara di dekat bentang lawan. Semakin banyak pemain yang tertangkap maka pemain yang menjaga benteng akan berkurang. Kelompok yang memenangkan permainan adalah yang berhasil merebut benteng lawan. Permainan dapat diulang kembali.

Permainan Bentang adalah permainan yang sederhana, tapi tanpa kita sadari dalam permainan yang begitu sederhana ini terdapat beragam pembelajaran. Melatih strategi anak dalam melakukan sesuatu. Rela berkorban dan pantang menyerah. Selain itu permainan yang mudah sekali mengalami kalah dan menang ini dapat mengajarkan anak-anak dalam menerima kekalahan dan menyikapi kemenangan.

Galasin atau Gobak Sodor

Permainan ini jelas tidak asing bagi kita, hampir semua mengenal permainan ini karena seru dan mengasikkan. Permainan ini dimulai dengan membuat kotak besar yang terdiri dari enam kotak kecil di dalamnya. Jika di tanah anda dapat membuatnya dengan kayu, namun jika sulit dapat menggunakan tepung. Masing-masing kotak memiliki ukuran yang sama.

Gobak sodor dimainkan dua kelompok, permainan ini dapat dimainkan oleh lelaki maupun perempuan. Kelompok yang kalah menjaga garis di masing-masing kotak. Satu pemain masing-masing berada di baris pertama, kedua, ketiga dan keempat. Sedangkan satu pemain berada di garis tengah yang bertugas sebagai halilintar.

Kelompok yang bermain duluan harus dapat mengelabui kelompok lawan untuk menembus kotak per kotak hingga berada di luar kotak paling ujung. Jika lawan dapat memegang badan salah satu pemain maka kelompok lawan yang akan gantian bermain. Kelompok dinyatakan menang apabila semua pemain berada di garis luar kotak paling ujung.

Permainan galasin mengajarkan anak-anak akan pentingnya strategi dan konsentrasi. Juga mengajarkan anak akan kerjasama yang baik antara masing-masing pemain.

Itulah dua permainan tradisional yang sering dimainkan. Coba akhir minggu ini yuuk… :)


TAGS 30 Hari Nonstop Ngeblog


-

Author

Follow Me