Me Time, Perlukah?

9 Sep 2013

Terlalu memorsir tubuh saat bekerja kadang membuat kita jenuh. Apalagi kalau dikejar deadline, wuih rasanya dikejar-kejar paparazi (berasa artis). Meski selesai deadline rasanya plong banget. Tapi eits, namanya cari duit ya, pekerjaan satu rampung pekerjaan lain sudah menunggu untuk dikerjakan. Nonstop jadinya

Nah, di sela-sela menumpuknya pekerjaan kadang kita memerlukan waktu untuk sendiri. Perlu charger energi agar on lagi saat melakukan pekerjaan. Kejenuhan yang menumpuk karena porsir pekerjaan seringnya kita usir saat weekend. Tapi kalau pekerjaan yang bejibun dengan kejenuhan yang mengembun di hari yang jauh dari weekend semisalnya hari Selasa, ya berkarat juga tentunya jika menunggu weekend tiba. Maka perlu waktu untuk sendiri, kita perlu Me Time

Me Time itu adalah memiliki waktu untuk memanjakan diri sendiri, memiliki waktu untuk melakukan apa yang disukai tanpa ada pihak yang turut campur. Me time bisa berupa kesukaan sejenis hobi atau berdiam diri tanpa seorang pun yang menganggu.

Bagi beberapa orang membaca atau menulis atau berselancar di dunia maya adalah me time. Bagi yang lain menikmati kuliner, berkeliling ke kampung dengan sepeda atau bahkan tidur adalah me time. Jadi tak sama antar satu dengan lainnya.

Me time bagi yang sudah memiliki pasangan juga dapat dilakukan. Tapi harus pintar-pintar membagi dan mengelola waktu. Jangan sampai gara-gara me time kita jadi bertengkar dengan pasangan. Alih-alih ingin menghilangkan jenuh atau stress yang mulai muncul, ini malah menambah daftar masalah lagi.

Sebagai pasangan kita juga kudu menghargai pasangan kita yang sedang ingin me time. Namun yang lebih penting, berkomunikasi dengan baik dapat membuat pasangan dan kita saling menghargai dan memahami.

Kalau saya (karena masih jomblo), jika sedang jenuh dengan suasana pekerjaan me time yang sering saya lakukan biasanya membaca buku, menulis dan mendengarkan musik. Waktu me time yang saya habiskan juga tidak banyak-banyak kurang lebih 15 menit hingga setengah jam.

Jika di rumah menonton televisi dengan menyeruput segelas lemon tea adalah me time yang nikmat dan seru. Selain itu, merawat tanaman yang ada di kebun di depan rumah juga menjadi me time yang mengasyikkan dan bermanfaat.

Jika me time sudah dilakukan rasanya badan kembali segar dan berenergi tanpa harus menunggu waktu weekend tiba. Kalau ditanya apakah perlu melakukan me time, pasti tanpa berpikir panjang saya akan menjawab, Oo..pasti perlu. Bagaimana dengan kamu? Apakah me time itu diperlukan?


TAGS 30 Hari Nonstop Ngeblog


-

Author

Follow Me